Wahai Temanku

April 14th, 2007 by amir86

Wahai temanku an nisa
Engkau sedia maklum,
Engkaulah hiasan dunia,
Lantaran fitrah itu,
Engkau seringkali menjadi fitnah
lelaki itu,
Dan sememangnya itu bukan kesalahanmu,
Tetapi itulah hakikat kejadianmu..
Wahai temanku arrijal,
Aku mengetahui kesepian hati seorang
lelaki,
yang seringkali mengimpikan seorang
teman di sisi,
Dan tentulah temanmu yang diimpi,
Seorang serikandi..
Wahai temanku an-nisa
Aku mengetahui halusnya perasaanmu,
Engkau ingin disayangi,
ingin dimanjai,
Engkau juga ingin menyayangi
juga ingin memanjai..
Dan aku juga tahu,
Temanmu arrijal juga begitu..

Tetapi temanku an-nisa
Ketahuilah engkau,
Bercinta itu fitrah,
Tetapi janganlah engkau cemarkannya
dengan fitnah.
Kalau benar engkau mengasihinya,
kasihinya kerana Pencipta Fitrah,
Dan jika engkau benar mengasihinya
KeranaNya,
Engkau tak kan bisa,
Melunakkan soutul engkau,
Engkau tidak kan bisa,
Melemparkan panahan menggodamu,
Kerana engkau tahu,
Itu bisa menggoyahkan iman seorang
arrijal!
Dan engkau mengetahui,
Dia punya 9 akal, dan 1 nafsu,
Namun nafsu itu sentiasa beraja,
Dan engkau tidakkan bisa menjadikan
sang
nafsu itu,
Nafsu raja yang menggila!
Kerana engkau tahu sahabatku an nisa
Dia kan terjerumus ke dalam api yang
membara
Andai dia menjadi hamba raja nafsu yang
gila..
Adakah benar engkau mengasihinya
keranaNya?

Sahabatku an-nisa
Aku mengasihimu LILLAH,
Lantaran itu,
Dengarlah sedikit pesan ikhlas ku
LILLAH,
Manusia mana yang mampu hidup tanpa
cinta?
Bercinta tak salah,
Tetapi letakkan cintamu kepadaNya yang
hakiki,
Dan engkau kan merasa cinta manusia ..
Sedikit cuma..
Andai Dia yang engkau dahului,
Engkau takkan gelisah,
Andai dia tidak mengirim sebarang sms,
Andai suaranya tidak didengar walau
teknologi di
depan mata,
Engkau tidakkan rindu,
Andai sehari tidak besua,
Engkau tidakkan kecewa andai dia
terlupa
mengatakan I love you.
Kerana engkau percaya..
DIA yang terbaik..

Lantaran DIA yang terbaik
DIA akan menentukan yang terbaik
untukmu,
Dan andai dia yang terbaik untukmu,
DIA akan satukan juga hatimu dengan
hatinya..
Dan itulah sahaja melalui PERNIKAHAN
Dan itulah yang terbaik buat kalian
Kalau ada jodoh tak ke mana..
Yakinlah!
Apakah benar engkau meyakini takdirNya?

Maafkan aku teman,
Bicaraku penuh ketegasan,
Aku tidak membencimu,
Tetapi aku membenci mungkar itu,
Dan kerana aku takutkan api yang
menjunam itu,
Aku menegur yang mana mampu,
Kerana aku takut,
Andai aku tidak menegurmu,
Kita kan sama-sama meredah lautan
api,,,
yang terlalu pedih, yang terlalu seksa,
yang terlalu AZAB!!!
Nauzubillah min zalik.

Sama²lah teman,
Pagarilah imanmu,
Agar si iman itu tidak terlepas,
Cintailah IA,
Kerana DIAlah penjaga iman kita..
Yakinlah dengan IA..
Serahkan segalanya pada IA..
Kerana DIA tahu yang terbaik,
Sedangkan kita tidak.
ALLAHu ‘alam.
Akhirul kalam
Letakkan si DIA dalam hatimu,
Engkau akan merinduiNYA,
Andai harimu tiada ingatan kpdNYA,
Engkau akan gelisah andai DIA,
Tidak mendengar rintihanMu,
Engkau kan rindu,
Andai DIA tidak memandangmu,
Engkau kan tak keruan andai,
Doamu ditolak..
Dan itulah cinta hakiki..
Kerana engkau yakin,
Di sana adanya sebuah
Pertemuan di taman Syurga yang Indah..
Bercintalah kerana ALLAH..
Dan Engkau akan merasakan,
Erti bercinta yang sebenar,
Insya ALLAH!!

Rintihan Subuh

April 14th, 2007 by amir86

inPada pagi itu, seperti mana pagi2 yang lain, aku menyambut kedatangan seorang tetamu tetapku " Assalamualaikum", seru Subuh. " Wa’alaikumsalam", sahut ku. Dan kami terus berpelukan, tanda rindu serta kasih sayang. Ku tanya khabar subuh, bagaimana keadaannya mengembara dari satu tempat ke satu tempat. " Tadi…", kata Subuh dengan sayu, "…aku baru saja melintasi satu tempat. Ku cari tempat persinggahan, ku ketuk rumah2 yang sunyi, tapi satu pun yang tiada mahu menerima aku sebagai tetamu."Dan airmata Subuh pun berlinangan."Subuh,usah kau pedulikan mereka,bukankah aku menyambutmu dengan penuh rasa kegembiraan? Subuh mengangkat mukanya seolah2 teringat sesuatu. "Oh ya,tadi aku lalu di suatu tempat yang tanahnya disebalik sungai.Orang2nya sepertimu, menyambutkudengan penuh kesukaan,menjamuku dengan pelbagai hidangan yang lazat serta mengiurkan. Hidangan yang paling aku suka adalah buah Tahajjud, puas ku cari dibumi lain, tapi jarang kujumpa. Di situ aku meratah buah Tahajjud dengan puas dengan leka". Dan Subuh merenung mata ku mengharapkan sesuatu.Aku fahami maksud Subuh."Maaf Subuh, aku tiada menanam pohon Al-Lail, jadi aku tidak dapat menghidangkan mu dengan buah yang kau sukai. Tapi aku ada roti Shiyam", cadangku pada Subuh. Subuh menolak dengan hormat."Roti itu ada tuan punya", kata Subuh. "Adakah kau mahu manisan Zikir?"rayuku pada Subuh."Baiklah, ambilkan aku sedikit,serta bawakan aku segelas Air Mata Tangisan", pinta Subuh.Aku agak sugul, bagaimana harus ku beritahu pada Subuh, yang Mata Air Tangisan sudah hampir kering akibat kemarau Maksiat yang Berpanjangan? Aku terkejut. Perigi tersebut hampir separuh penuhnya. Dan aku berdetik di dalam hati, adakah ini tanda kemarau akan berakhir? Tanpa berlengah lagi ku bawa Air tersebut pada Subuh, tetamu yang ku sanjungi, dan kusuap kan manisan yang dipintanya. Selesai menjamah kesemuanya,Subuh pun melirikkan sebuah senyuman. "Subuh…", seruku,"…mahukah kau tinggal selamanya denganku?Aku memerlukan teman dalam kesunyian.Akan kulayan kau dengan sebaiknya,wahai subuh". Subuh tersenyum lagi menandakan permintaan ku tidak akan terpenuhi. "Aku perlu menziarahi ramai orang, dan ramai lagi yang memerlukan kehadiranku untuk mengubati rindu mereka, sepertimana aku menguliti mimpi mu". Dan aku akur dengan penjelasan Subuh."Subuh",…seruku lagi bila melihat Subuh bersiap untuk pergi, "Sudikah kau menziarahiku lagi esok hari?"."InsyaAllah",jawab Subuh,"…bukankah aku kekasih yang kau rindui?".Subuh berangkat dengan lambat tetapi tetap. "Assalamualaikum", seru Subuh. " Wa’alaikumsalam",jawabku kembali. Dan mataku terus meniti langkah Subuh, yang semaik laju dengan setiap langkah. Dan akhirnya Subuh menghilang dari pandangan You’re the simplest love i’ve known and the purest one i’ll own

Ukhti…

April 14th, 2007 by amir86

Ukhti (Saudariku) Muslimah,

Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya
ada dalam ketaatan kepada Allah .
Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam
meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan
di jalan Rasulullah, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar.
(Al-Ahzab: 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan)
seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada
Allah dan kebinasaan seluruhnya ada
pada
selain manhaj Allah dan Rasul-Nya,
Allah
berfirman:

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah
sesat, dengan kesesatan yang nyata.
(Al-Ahzab: 36)

Saudariku Muslimah,

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu
dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada
ajaran manapun yang lebih tinggi
mengangkat derajat wanita selain ajaran
Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan
hukum-hukum yang khusus berkenaan
dengan
masalah wanita di dalam kitab-Nya yang
mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita
dijadikan barang dagangan yang murah
dan
hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada
nilainya. Hina di mata walinya, hina di
mata keluarganya, serta dihina kan oleh
masyarakat. Oleh karena itu terkadang
ia
diperlakukan seperti binatang, bahkan
perlakuan mereka terhadap binatang
lebih
baik daripada memperlakukan wanita.

Sesungguhnya engkau, wahai saudariku
muslimah, tidak akan mendapatkan
kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka
berpegang teguhlah (dalam agama ini)
dan
dengarkanlah firman Allah yang telah
menceritakan kisah orang terdahulu,
mestilah engkau selalu mengingatnya
agar
engkau memuji Allah atas kenikmatan
yang
engkau dapatkan.

Allah berfirman:

Dan apabila seseorang dari mereka
diberi
kabar dengan (kelahiran) anak
perempuan,
hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan
dia sangat marah. Ia menyembunyikan
dirinya dari orang banyak, disebabkan
buruknya berita yang disampaikan
kepadanya. Apakah ia akan memelihara
dengan menanggung kehinaan, ataukah
akan
menguburkannya ke dalam tanah
(hidup-hidup) ketahuilah, alangkah
buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
(An-Nahl: 58-59)

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak
sekali, dan sesungguhnya orang yang
ingin me manfaatkanmu dalam upaya
meruntuhkan agama, rasa malu dan
keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi
mereka itu dari kalangan kita sendiri.

Salah seorang dari mereka (musuh-musuh
Islam) berkata: "Tidaklah keadaan
negeri
Timur menjadi makmur melainkan apabila
seorang pemudi melepaskan hijabnya dan
membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an
dengannya!". Sesungguhnya dengan hal
itu
mereka ingin mengeluarkanmu menuju
kesengsaraan dan kebinasaan, mereka
mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka
jika engkau menyambut mereka, mereka
akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka
ingin agar engkau menjadi wanita
durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka
aurat.

Mereka berusaha menggiringmu. Mereka
menunggumu dengan sangat sabar agar
engkau melepaskan abaya (pakaian
muslimah) serta melepaskan hijab dengan
segala konsekuensinya, yaitu melepaskan
keimanan, rasa malu dan kesucian,
kemudian engkau akan meninggalkan
kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat
itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan
mereka (para musuh), mereka
mempermainkanmu seperti anak-anak
bermain dengan bola, dan mereka
mempermainkanmu seperti anjing-anjing
bermain-main dengan bangkai, semoga
Allah menjagamu dari mereka.

Saudariku Muslimah,

Buatlah mereka menjadi marah, dengan
tidak memperhatikan mereka dan tidak
mendengar kan mereka, buatlah mereka
menjadi bersedih dengan keteguhanmu
berpegang pada agama mu, dengan menjaga
rasa malumu dan beriltizam (berpegang
teguh) dengan hijabmu.

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya sebagian wanita meggambar
kan bahwa sufur adalah membuka muka
wanita saja, tidak…tidak ini saja.
Sesungguhnya termasuk sufur adalah
pakaian yang ketat, yang pendek dan
yang
tipis. Sesungguhnya termasuk sufur
adalah memakai wangi-wangian ketika

keluar menuju tempat-tempat yang di
dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya
termasuk sufur adalah memakai pantalon
(celana panjang). Apakah engkau tidak
mendengar sabda Nabi :

Dua golongan ahli neraka yang aku belum
pernah melihat keduanya… (dan beliau
menyebutkan) : Para wanita yang memakai
pakaian tetapi telanjang, mereka
menyimpang dari jalan yang benar dan
memperlihatkan kejelekan mereka kepada
orang lain, kepala mereka seperti punuk
unta yang miring mereka tidak akan
memasuki surga, dan mereka tidak akan
mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau
surga tercium dari jarak perjalanan
sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Para ulama berkata: makna para wanita
yang memakai pakaian tetapi telanjang
adalah bahwa mereka memakai pakaian
akan
tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis
atau tidak menutup seluruh badan.

Saudariku Muslimah,

Agamamu adalah bentengmu yang amat
kokoh, (untuk) memelihara kesucian,
rasa
malumu dan kemuliaanmu. Agamamu
memerintahkanmu untuk berhijab dan
memiliki rasa malu. Kapan saja engkau
meninggalkan perintah ini, maka engkau
akan ditimpa adzab Allah di akhirat
sedangkan di dunia engkau menjadi
mangsa
serigala-serigala manusia yang ingin
mencuri kesucianmu agar engkau
merasakan
kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup.
Akan tetapi sebagian akhwat -semoga
Allah memberikan hidayah kepada mereka-
telah mendengar seruan serigala-
serigala
itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.

Saudariku Muslimah,

Takutlah engkau kepada Allah dan
laksanakanlah tugas-tugas yang Dia
wajibkan kepadamu. Apabila hatimu
mengeras maka ingatlah bencana yang
telah menimpa orang lain. Engkau tidak
tahu kapan bencana itu akan datang
kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut
yang pasti terjadi.

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan
merasakan mati. Dan sesungguhnya pada
hari kiamat sajalah disempurnakan
pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari
neraka dan dimasukkan ke dalam surga
maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang memperdayakan.
(Ali-Imran: 185)

Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada
hari di mana engkau diletakkan dalam
kuburan, dalam lubang yang gelap dan
sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala
ditiup dan engkau dikumpulkan bersama
para makhluk dalam keadaan tidak
memakai
alas kaki, telanjang dan kebingungan.
Matahari benar-benar akan dekat darimu
kurang lebih satu mil, dan engkau akan
dipanggil dengan namamu diantara para
makhluk untuk dihisab.

Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai
hamba Allah Di mana persiapanmu wahai
wanita yang lalai Apakah mode-mode
pakaian akan bermanfaat ketika itu
Apakah lagu, sinetron, film dan
majalah-majalah (yang merusak) akan
bermanfaat Apakah barang-barang permata
akan bermanfaat

Tidak demi Allah, hal itu tidak akan
memberikan manfaat sedikitpun
selamanya.
Yang bermanfaat hanyalah
kebaikan-kebaikan, dan amal-amal
shalih,
setelah mendapatkan rahmat dari Rabb
bumi dan langit.

Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah,
wahai engkau yang bercampur baur dengan
laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah,
wahai engkau yang keluar (rumah) dalam
keadaan memakai wangi-wangian menuju
pasar-pasar dan jalan-jalan.
Bertaqwalah
kepada Allah wahai engkau yang
menawarkan dirimu untuk berkhalwat
(menyendiri) dengan laki-laki asing.

Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi
(berduaan) dengan seorang wanita
melainkan setan menjadi orang yang
ketiga (diantara) keduanya.

Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku
yang mendidik anak-anakmu dengan
pendidikan yang tidak baik/ benar.
Engkau tidak mengingatkan mereka dengan
ketaatan kepada Allah, tidak menasehati
mereka dan tidak menunjukkan mereka
pada
apa-apa yang dapat memberikan manfaat
di
dunia dan di akhirat. Bertaqwalah
kepada
Allah dan jagalah dirimu dari menjadi
barang mainan orang-orang yang lemah
iman. Bertaqwalah kepada Allahdan
kembalilah pada petunjuk sebelum datang
suatu hari yang pada hari itu hati-hati
dan pandangan-pandangan (mata)
dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab
Allah
sangat keras, dan sesungguhnya engkau
-demi Allah- tidak akan kuat merasakan
adzab neraka.

Sesungguhnya gunung-gunung jika
dilewatkan pada neraka maka dia akan
meleleh karena kuatnya panas neraka.
Maka dimana engkau wanita yang lemah
dibandingkan dengan gunung-gunung yang
perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau
mampu bersabar atas rasa lapar dan hau,
dan engkau mampu bersabar atas bahaya.
Akan tetapi demi Allah yang tidak ada
ilah (sesembahan) selain Dia, tidak ada
kesabaran bagimu terhadap neraka.
Ingatlah, mka selamatkanlah dirimu dari
neraka sebelum terlambat. Ketahuilah
bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan
akhirat adalah tempat yang kekal.

Semoga Allah memberimu taufiq kepada
apa-apa yang dicintai dan diridhai
oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan
manfaat kepadamu dari apa-apa yang
engkau dengar dan engkau baca, dan
semoga Allah menjadikannya sebagai
pendukung bagimu bukan sebagai bumerang
atasmu.

Semoga Allah memberikan shalawat dan
salam kepada Nabi kita Muhammad ,
keluarganya dan para sahabatnya
seluruhnya.

CINTA JEMAAH YANG KECUNDANG

April 12th, 2007 by amir86

CINTA JEMAAH YANG KECUNDANG

1. hai boleh sayer kenal sayer
tertarik dengan perwatakan sopan awk,
da lamer sayer perhati awk, awk budak
baik n tertarik ngan tudung labuh
awk…… sayer harap kiter boleh
berkenalan.. ..ukhwah fillah eh orang
kater… sayer x pandai sangat arab…

2. terima kasih menerima sayer, sayer
akan try sedaya mungkin menjaga awak
dan mengikut syariat,sayer tau sayer
bukan baik, tp sayer sentiasa cuber
terbaik untuk awak…

3. ingat tau, keluar jaga aurat,
jangan bagi orang nampak… kuar ngan
kekawan tau, balik kntek,,, sayer
doakan awk.

4. wak, nape x kntek sayer, sayer
risau awak kuar lelamer… ye,,,sayer
x der hak, sayer tau sayer percaye
awk, tp sayer x tau nak kater
mcmmaner, kiter x bertemu selalu, just
nampak dari jauh jerkan…,tp sayer
rase awk mcm berada depn
sayer…mungkin nie yang orang kater
cinta kot, wak, wak cinta sayer? x nak
bagitau,,, tp sayer tau awak cinta
sayer… awk da malu nak jalan tempat
sayer lepak ebab malukan…
hehehr…tq. ..sayer cinta awk…

5. wak, selain family, wak sayang
siaper? saper sayer dalam hati awk?

6. wak, dari kawn kiter just panggil
sayer awk jer, mcm sayer x istimewa
untuk awk jer;) sayer teringin gak nak
jadi mcm kawn sebilik sayer nie,
panggil sayang… bolelah, bukan salah
pun, just panggilan jer…tq sayang…

7. yang, kekadang sayer tengok ayg nie
mcm x percayer sayer je,,, yela, sayer
just tanyer awk pakai ape jerkan ;(
hehehe… yer tq bgtau, makin sayang
sayer kat awk…

8. yang, sayer nak ayang tau, ayang
lah segalanyer untuk sayer, sayang la
pemberi semangat untuk sayer… yang,
sayer harap ayang n sayer x der rahsia
lg…jgn risau, ini kan membuktikan
sayer take care ayang kan… so,
jangan risau k, yer… sayer akan jaga
ahsia kiter… just msg je kan…

9. ayang dah lamer kiter msg, boleh x
kitr jumper? yer… ayang bawa lah
kgkawan k,,, tq yang…

10. tq panggil sayer ngan panggilan
abg,,, abg tunggu da lamer da,,, abg
tau, kiter x leh pakser dalam
perhubungan. ..

11. ayang, wat pe 2, nak cakap cikit,
naper ayang bawa satu batalion nak
jumper abg?? ayang x percayer abg
eh….

12. ayang kiter jumper k,,, abg suka
ayang pakai tudung yang sayer beli 2,
yang mcm wardina 2, bukan ayag x
cantik, judt makin cantik,,,,nipis
sikit jer..kiter jumper nanti ayang
bawa la sorang jer k…

13. ayg, abg nak mintak maaf dengan
aper yang jadi… abg td tersentuh
jari ayg, tq yang, tol ckp ayang,
tersentuh x per…makin la tebal cinta
abg kat ayang..ayang suker jumper abg?
tqyang, td cian tengok kawn ayang duk
je diam,…yer. .. nanti abg bawa kawn
abg, leh dier borak kan…yang, abg
suker tngk mater ayang,malu malu lak
dier,,,ayang td cantik…

14. tq jumper td,ayang cantik… abg
romantik pun salah ker? suker abg
romantik eh, td jumper da berani
tenung abg…. tq…. tengk kwn ayang
n kawan abgmcm melekat jer… senang
la kiter jumper… tengk, ALLAh
membrkati kiter…ayang da solat?
doakan abg sekali k…

15. yang,just nak tanyer… ayang
cintakan abg berape peratus? aper
tandanyer? 50% je…yang, nak tanyer,
rambut ayang pnjng x, just
terpikir,,,,

16. td terbeli tudung pendek, ,,, yang
bg kat ayang tu…yang, bg lah gmbr
ayng special untuk abg pakai tudung
2…cantiknyer ayng…gmbr nie abg wat
wallpaper hp…

17. yang, cintakan abg berape peratus?
sepenuh hati? tq!!!!!!! ilove u
sayang….

18. yang, da lamer kiter couple, x kan
abg pegang tangan nak mara, ayang kan
milik abg…tq paham abg…

19. kater ayang cintakan abg sepenuh
hati… kalu ayng cintakan abg aper
buktinyer yang,,,,

**********************************

Adakah anda salah seorang yang
tersenyum apabila membaca perenggan-
perenggan di atas? Saya adalah salah
seorang yang tersenyum. Senyuman tersebut yang pada
mulanya rasa suka bertukar menjadi
benci. Senyuman bertukar kepada
pemikiran. Berfikir mengenai sebuah
lagi sifat-sifat najis yang berada di
dalam diri kita semua. Percaya
ataupun tidak, ayat-ayat najis di atas
turut digunakan oleh individu yang
mengaku memperjuangkan Islam dan
mengaku berdakwah. Atas kesedaran betapa
kotornya najis ini, maka ia perlu di
istinjak! Perlu di buang!
Walau di depan orang atau di belakang
orang, saya mesti menjadi ‘orang yang
sama’. Tidak hipokrit! Tidak berpura-
pura! Jika di lihat rentetan perenggan
di atas, ia adalah satu proses
merosakkan masa depan seorang ahli
jamaah. Ramai ahli jamaah yang keluar
dari jamaah berpunca seperti kes di
atas. Mereka keluar jamaah kerana
berasa seronok dengan buaian nafsu dan
sedar pada masa yang sama, jamaah
melarang perbuatan itu. Setelah
barangkali melakukan istikharah
(istikharah taik kucing), maka dia
membuat keputusan melepaskan jamaah
bagi meneruskan agenda hidupnya yang
dirasakan amat seronok dan amat
termotivasi iaitu… cinta! Seronoknya
bercinta. Semua orang tahu. Ramai yang
telah dan sedang mengalaminya.
Bercinta sesama ahli jamaah terasa
bagaikan sebuah perjuangan Islam yang
indah. Setiap hari, bahkan mungkin
setiap setengah jam, ada saja sms -sms
peransang berjuang, sms tazkirah, sms
khaifahaluk, sms apa sahaja tentang
Islam! INDAH! Sangat Indah! Siapa yang
tidak suka akan sebuah keindahan?

Semua orang suka. Semangat berjuang
membuak-buak. Keinginan berjuang
mendesak-desak. Masakan tidak, cinta
dan berjuang adalah nikmat yang sangat
istimewa. Bila keduanya bercantum,
maka nikmat itu menjadi kuasa dua.
Tentulah seseorang yang bercinta dalam
jamaah itu menjadi hebat, mantap dan
sebagainya. Namun, ramai yang terlupa,
nikmat berjuang bukanlah dibuktikan
melalui rasa seronok, rasa riang, rasa
gembira, rasa suka. Nikmat cinta
memang dibuktikan dengan perkara
tersebut, tetapi berlainan pula dengan
nikmat berjuang. Nikmat berjuang yang
sebenar adalah ketika mana seorang
pejuang itu diuji oleh Allah dengan
sesuatu ujian. Berjuang dirasakan amat
indah apabila ditentang, dihalang
dengan pelbagai rintangan. Itulah
nikmat berjuang! Sama sekali bukan
hanya sms-sms ’selamat berjuang’
daripada seorang kekasih. Bukan sms
peneman dikala hadir ke program
jamaah. Bukan sms peringatan ketika
dalam perjalanan ke program jamaah.
Bukan bukan dan bukan! Itu bukan
berjuang. Itu bercinta. Jemaah hanya
spare part ketika itu. Lantaran itu,
seseorang ahli jamaah yang bercinta
dan dalam masa yang sama dia juga
berada dalam saf perjuangan hendaklah
memastikan bahawa, cinta pada kekasih
itu hanya sekadar sementara dan jangan
dijadikan sebagai satu aset tetap
dalam perjuangan. Jika tidak, akan
berlaku kekeliruan antara duanya yang
mana, jika berlaku konflik pada
percintaan, maka ia akan mempengaruhi
potensi dan komitmen sang pejuang
tadi. Jika terlalu street mengatakan,
AHLI JAMAAH JANGAN BERCINTA!, sesetegah pendapat mengatakan begitu. Ini bukan dunia
zaman dahulu yang mana pergaulan masih
terbatas. Anak dara duduk di rumah dan
pulang sebelum senja. Anak dara
dilarang keluar malam. Perkahwinan
pula diaturkan oleh ibu bapa. Sekarang
tiada lagi situasi itu.

Keadaan sekarang sudak tidak terkawal.
Ibu bapa hanya bertawakkal dan
menyerahkan kepada takdir tentang masa
depan anak mereka.

Jika dahulu, kehebatan anak-anak
mudanya, kerana ia terkawal. Ibu bapa
umpama raja yang dihormati anak-anak.
Suruh ke masjid, ke masjid lah. Suruh
berkebun, berkebun lah.. Suruh kahwin,
kahwinlah….Namun, jika ingin
bercinta, wahai sahabatku sekalian….
berhati-hatilah. Bercinta bermakna
sedang menghadapi risiko. Risiko yang
terlalu banyak. Antaranya mungkin,
putus cinta, putus jamaah, dan macam-
macam lagi. Saya ada satu kes perihal
dua orang ahli jemaah yang memegang
jawatan tertinggi dalam tanzim jemaah.
Keduanya bercinta atau istilah
lain ‘bercouple’. Mereka sudah hampir
bertunang. Sememangnya mereka saling
cinta mencintai antara satu sama lain.
Ditakdirkan, ibu kepada muslimat ini
menolak cinta mereka kerana berlainan
negeri. Ibu muslimat ini mahu
menantunya satu negeri dengannya. Puas
muslimat ini memujuk ibunya agar
menerima muslimin tadi, namun sia-sia
sahaja. Akhirnya, muslimat ini akur
akan permintaan ibunya. Dengan berat
hati, diberitakan jua
kepada ‘calon’nya si muslimin ini
tadi. Apa responnya? TIDAK!! Tak
BOLEH! Itulah respon seorang ahli
jamaah muslimin yang pernah (atau
sedang) memegang jawatan tinggi dalam
tanzim. Namun, keputusan muslimat ini
muktamad. Kehendak ibu mesti
diutamakan. Muslimin ini bingung.
Terkejut. Terkesima. Satu perkara yang
tidak pernah terduga di dalam akal
fikirannya. bayangkan, sudah merancang
untuk bertunang, tetapi ia BERUBAH
sekelip mata. Cuba anda kelip mata
anda sekarang. Buka. Ya, sepantas
itulah ia berubah!Apa yang terjadi
selepas itu? Muslimin ini kehilangan
arah. Dikacaunya ‘bekas calon’ nya itu
setiap masa. Call, sms, call di tengah
malam, mengganggu di

perjalanan nak ke kuliah, dan pernah menunggu di pintu masuk
kolej. Muslimat ini
menjadi takut. Fobia. Trauma. Mengapa
ini terjadi? Bukankah dia pimpinan?
Mengapa tidak bersedia sebarang risiko
di alam percintaan? Kini muslimin itu
menjadi najis dalam perjuangannya di
kampus itu. Amanah pada jawatan tetap
dilaksana malah menjadi pengerusi pada
program-program penting jemaah seperti
tamrin dan rehlah. Tetapi, aktiviti
sampingannya ialah seperti seorang
gila yang menagih kasih seorang
wanita. Kasihan! Banyak lagi kes-kes
yang saya simpan dalam diari saya. Ini adalah salah satu
daripada pluhan kes. Sebenarnya, banyak najis-
najis yang mendiami rumah jamaah
sekarang. Lantaran itu, jika kita
lihat, kekuatan jamaah Islam semakin
kendur dan lemah. Suara yang dibuat-
buat lantang atau sengaja menjerit-
jerit ketika demontrasi lansung tidak
menakutkan dan mengetarkan lawan malah
hanya ditertawakan. Bagaimana mengatasi? Entah!
Saya sendiri bingung memikirkannya.
Hakikatnya, Dunia cinta yang
melalaikan…. Fikir2kan..

Kisah Sahabat: Khalid Al-Walid

January 1st, 2007 by amir86

PANGLIMA Islam terbilang, Khalid Al-Walid digeruni musuh kerana kebijaksanaannya dalam mengatur strategi peperangan.

Sifat luar biasa Khalid turut menarik perhatian panglima Romawi bernama Georgius yang mengundang beliau bertemunya.

Dalam pertemuan itu Panglima Romawi itu berkata kepada Khalid: "Tuan Khalid…jujurlah anda kepadaku, jangan berbohong sebab orang merdeka tidak pernah berbohong! Apakah Allah sudah menurunkan sebilah pedang kepada nabi anda dari langit, lalu pedang itu diberikan kepada anda, sehingga setiap kali anda menghunuskan pedang berkenaan akan membinasakannya?"

Jawab Khalid: "Oh, tidak!"

Orang itu bertanya pula: "Mengapa anda dinamakan Pedang Allah?"

Jawab Khalid: "Sesungguhnya Allah mengutuskan Rasul-Nya kepada kami, sebahagian kami ada yang membenarkannya dan sebahagian pula mendustakannya.

“Aku dulunya termasuk orang yang mendustakannya, sehingga akhirnya Allah menjadikan hatiku menerima Islam dan memberi petunjuk kepadaku melalui Rasul-Nya, lalu aku berjanji setia kepadanya.

“Kemudian Rasul mendoakanku dan beliau berkata kepadaku: "Engkau adalah Pedang Allah antara sekian banyak pedang-pedang-Nya."

“Demikian, maka aku diberi nama…Pedang Allah."

“Kepada anda sekalian diserunya mentauhidkan Allah dan Islam.”

Tanya Panglima Romawi itu lagi: “Apakah orang yang masuk Islam kini akan mendapat pahala dan ganjaran seperti anda juga?”

Jawab Khalid: “Memang, bahkan lebih…”

Balas panglima tadi: “Bagaimana boleh berlaku, sedangkan anda sudah lebih dulu memasukinya (Islam).”

Jawab Khalid: “Kerana sesungguhnya kami sudah hidup bersama Rasulullah SAW, kami melihat tanda kerasulan dan mukjizat serta sewajarnya bagi setiap orang yang sudah melihat seperti yang kami lihat dan mendengar seperti yang kami dengar, akan masuk Islam dengan mudah…

“Ada pun anda, wahai orang yang belum pernah melihat dan mendengarnya, lalu anda lebih berlipat ganda dan besar, apabila anda membenarkan Allah dengan hati ikhlas serta niat yang suci.”

Panglima Romawi itu kemudian berseru, sambil memacu kudanya berhampiran Khalid dan berdiri di sampingnya:

"Ajarkanlah kepadaku Islam itu, hai Khalid!"

Maka masuk Islamlah panglima itu dan solat dua rakaat, satu-satunya solat yang sempat dilakukannya.

Kedua-dua bala tentera itu mula bertempur semula. Panglima Romawi itu berada di pihak Muslimin dan bermati-matian menuntut syahid, sehingga dia berbahagia mencapainya.

FAKTA Khalid Al-Walid:

  Khalid panglima tentera Islam terulung yang memberikan banyak sumbangan kepada penyebaran syiar Islam.

  Beliau selalu ke medan perang sejak zaman Rasulullah hingga pemerintahan Khalifah Umar al-Khattab.

  Sebelum memeluk Islam, beliau termasuk di kalangan orang Musyrikin yang bermusuh dengan Nabi Muhammad.

  Pernah menghalang usaha dakwah Muhammad sehingga setiap kali pulang hatinya berkecamuk memikirkan mana baik dan buruk.

Andainya Malaysia Diserang

January 1st, 2007 by amir86

Assalamualaikum wbt… Cerpen ni copy dr sebuah laman web… igt ini hanya CERPEN!!! Bacalah dgn minda yg BERFIKIR… sama²lah kita membacanya…

   MALAYSIA DISERANG ??? AMARIKOS menyatakan Malaysia sarang pengganas.. ada pejuang Hizbullah terlepas ke malaysia…lalu menghantar Kapal Pengangkut Pesawatnya (CARRIER) di Selat Melaka dan di Laut China Selatan. Menghantar kapal selam nuklearnya dgn muatan peluru berpandu membawa armada tentera untuk menyerang malaysia… AMARIKOS menyuruh negara berhampiran dengan Malaysia yang merupakan sekutu rapatnya SINGOFURO di selatan, TAHAILAND di Utara dan PILLIPINNOS di Timur menenyerang Malaysia dengan alasan memburu pengganas al-Qaeda atau Hizbullah sama seperti alasan Israel menyerang Lubnan.

   Walaupun Malaysia cakap Malaysia negara bebas pengganas tentera Kuffar tetap menyerang malaysia jugak sama seperti mereka menyerang Iraq kerana mereka dakwa Iraq ada senjata pemusnah, Afghanistan ada Pengganas Taliban, Lubnan ada Pengganas Hibullah dan Malaysia ada Pengganas Jemaah Islamiah. Malaysia tetap mempertahankan Malaysia ini tidak ada pengganas tetapi suara kita tidak dihiraukan sama seperti mereka tidak hiraukan Afghanistan, Iraq dan Lubnan.

    Sebelum tiba saat MALAYSIA DISERANG ini Perdana Menteri kita…YB Wakil Rakyat…Parlimen dan ADUN…Tauke-tauke Cina yang kaya… semua cabut lari ke keluar negara dengan jet dan pesawat peribadi masing-masing. Mereka ada duit untuk cari perlindungan di luar negara. Tinggallah rakyat Melayu Islam yang miskin hina ini di negara sendiri, menunggu masa untuk diserang oleh tentera Kuffar AMARIKOS dan sekutunya. Barulah rakyat tahu bahawa pemimpin Melayu dan tauke cina yang dijadikan pepimpin sebelum ini tidak sama seperti Khalifah Umar Al-Khattab…Khalifah Ali Abi Thalib…Khalifah Khalid Al-Walid… Khalifah Salahuddin Al-Ayubbi…yang sanggup berada dibarisan hadapan berdepan musuh-musuh Islam. SAAT Peperangan bermula….

    Tempat yang mula-mula sekali dibom adalah Putrajaya, diikuti negeri-negeri lain. AMARIKOS dan Sekutunya mengebom…melancar peluru berpandu… membedil…menembak Rakyat Malaysia…mereka membunuh Orang tua… perempuan dan Anak-anak kecil orang melayu islam kita…sama seperti Yahudi menembak dan membunuh rakyat Lubnan yang tak berdosa!!! AMARIKOS dan sekutunya menyerang MALAYSIA secara besar-besaran. Apabila selesai pesawat pejuang di Selat Melaka mengebom Perlis, Kedah, Pulau Pinang, Perak, Selangor dan Kuala Lumpur. Datang lagi pesawat musuh silih berganti….. Apabila selesai pesawat pejuang di laut China Selatan mengebom Kelantan, Terengganu, Pahang….datang lagi pesawat musuh silih berganti…. Johor pula dibedil dengan peluru berpandu jarak sederhana SINGOFURO… diserang dengan jet-jet pejuang SINGOFURO yang sentiasa melalui ruang udaranya… menghujani bom-bom dan roket…kemudian Johor dan negeri sembilan dapat ditawan tentera musuh. Anda di berada di Kedah….Pasukan Darat tentera Bersekutu mara dari bahagian Utara…tentera bersekutu semakin dekat dengan rumah anda… menendang pintu rumah anda….

    Anda bersama dengan Isteri yang sarat mengandung dan 3 orang anak ketakutan dalam rumah… Tentera bersekutu memperkosa anak perempuan yang berusia 12 tahun anda depan mata anda…sebagaimana tentera Sebia memperkosa umat Islam Bosnia…muncung senapang ditujukan di kepala anda… Anak perempuan kesayangan anda yang anda bawak masa jamuan Raya 2006…diajukan muncung senapang… DAMMMMMM…anak kesayangan anda mati ditembak oleh tentera bersekutu…

   Sebelum ini anda melihat anak umat islam Lubnan, Palestin mati ditembak.. anda tidak mempunyai perasaan apa-apa… sekarang berlaku kepada diri sendiri… baru tahu perasaan sedih anak mati ditembak di depan mata….. Anda menangis ketakutan….

   Tentera bersekutu merampas Isteri anda yang sarat mengandung, dibawa menaiki trak…untuk dijadikan habuan tentera dalam kem. Anda dipukul separuh mati oleh tentera bersekutu meninggalkan anda patah riuk berlumuran darah. Anda sangka anda sudah mati….tetapi umur anda masih panjang….anda masih hidup…anda merangkak menuju ke hutan berhampiran disebuah bukit untuk menyembunyikan diri…. Anda mengalirkan air mata… INGAT AKAN ALLAH….

   Ujian peperangan berlaku didepan mata anda sekarang. Anda sebelum ini tidak pernah terlintas dengan peperangan. Kita sering disogokkan negara kita aman, tiada peperangan, tiada pertumpahan darah tiba-tiba hari ini diuji berlaku peperangan. Pemimpin tersebut yang menyatakan negara kita aman cabut menghilangkan diri. Anda sudah tiada siapa lagi didunia ini…. Anak perempuan diperkosa dan dibunuh didepan mata… Anak kecil ditembak didepan mata… Isteri dirampas untuk diperkosa…. didepan mata!!!! kawan-kawan…sahabat taulan… ramai yang terkorban.. dan tidak kurang juga yang cedera parahh..

   Dipuncak bukit anda melihat kampung halaman anda terbakar. Mayat orang Islam bergelimpangan mati terutama golongan orang tua dan kanak-kanak yang tidak sempat melarikan diri…mereka tidak bernasib baik seperti anda… Diatas bukit itu juga…anda melihat beribu-ribu Tentera bersekutu berkumpul untuk membunuh dan menembak saki-baki orang melayu Islam yang masih selamat…mengerledah setiap ruang yang ada untuk memburu Al-Qaeda, Hizbullah atau Jemaah Islamiah…tetapi umat Islam lain yang jadi mangsa…

   Sementara menunggu sakaratul maut menjemput anda apabila anda tersua dengan Tentera bersekutu nanti…. Apa yang anda Harapkan pada masa itu???? Tiada perkara lain yang anda harapkan kecuali…BANTUAN ALLAH…. BANTUAN TENTERA UNTUK MEMBELA AGAMA ALLAH…ANDA MENGHARAPKAN UMAT ISLAM DARI NEGARA LAIN MEMBERI BANTUAN KETENTERAAN KEPADA MALAYSIA… ANDA MENGHARAPKAN SAUDARA SEAGAMA DENGAN ANDA MELINDUNGI ANDA DARIPADA SERANGAN TENTERA KUFFAR!!!! ANDA MENGHARAPKAN BANTUAN TENTERA JIHAD FI SABILILLAH DARIPADA INDONESIA,SELATAN THAILAND, BANGLADESH, PAKISTAN,DAN NEGARA OIC YANG LAINNNNNN…..BAGI MELAWAN TENTERA PENCEROBOH BUMI MALAYSIA INI……

    Tetapi tunggu punya tunggu….bantuan ketenteraan tidak kunjung tiba…

   ANDA TERDENGAR UCAPAN DARIPADA PEMIMPIN DUNIA ISLAM YANGLAIN menyatakan: "Kami Negara-Negara Islam Mengutuk tentera PENCEROBOH menyerang Malaysia" (Presiden Burkina Faso, Pengerusi OIC)

   "Kami akan menghantar 10 000 Tentera pengaman ke MALAYSIA selepas tamat perang nanti…setelah habis kawasan Malaysia dibom oleh tentera bersekutu"(Presiden NAM)

    "Alhamdulillah… Negara kita Indonesia aman damai berbanding dengan negara Malaysia yang dilanda peperangan…Kita semua patut bersyukur… kita dapat menyambut hari raya dalam suasana yang aman harmoni" <— Pemimpin Malaysia selalu sebut. (Presiden Indonesia- Negara Umat Islam paling ramai)

   "Tak apa… selepas peperangan tamat… Kami akan menghantar para pendakwah ke Malaysia untuk mendidik rakyat Malaysia" (Wakil Penduduk Islam Selatan Thailand)

   "Kami akan menghantar bekalan makanan dan ubatan kepada Penduduk Islam Malaysia yang dilanda peperangan" (Pemimpin Arab Saudi)

   APA PERASAAN ANDA APABILA MENDENGAR UCAPAN PEMIMPIN-PEMIMPIN ISLAM SEPERTI DI ATAS DIKALA ANDA MEMERLUKAN BANTUAN KETENTERAAN DARIPADA MEREKA??

fikir2 kan, SAUDARA anda sedang mengharap bantuan anda….

surat utk MENTERI2ku

November 14th, 2006 by amir86

Salam sejahtera untuk anda sdr menteri yang tentunya enak duduk di kerusi empuk di puncak kuasa. Salam kasih sayang dari kami rakyat yang sedang bergelut mencari rezeki menampung inflasi yang telah berkali-kali memecahkan rekodnya pada tahun ini. Sdr. Menteri, kami para pengguna tidak mempunyai pilihan dan tidak ada tempat mengadu kerana nampaknya dewasa ini kementerian yang tuan menteri terajui nampaknya tidak mahu memihak kepada kami lagi. Saban waktu sepanjang tahun ini kami tidak pernah di dengar, dihormati apatah lagi dikasihi dan disayangi. Entah kenapa situasi begini melanda negara Malaysia yang kononnya antara yang termakmur di dunia.

Walaupun saban waktu akhbar mencanang wacana bahawa pertumbuhan ekonomi negara sentiasa segar dan berkembang, tapi kita tidak percaya kerana kami tidak merasainya. Cuba menteri gambarkan kepada kami index pengguna pernahkah dijadikan kayu mengukur dalam melakar kata-kata dan fakta itu.

Sdr. Menteri, sekiranya sdr perihatin bolehkan anda “mencemar duli” untuk sama-sama melihat impak dari setiap kenaikkan harga yang sdr umumkan. Pada masa yang sama janganlah mengguris hati kami rakyat jelata yang saban waktu ‘dilunakkan’ dengan kata-kata harga barangan di negara ini adalah terendah di dunia. Kami tidak boleh lagi diberikan fakta palsu yang dimomokkan. Kami seperti juga menteri semuanya belajar setinggi kalaupun tidak setinggi menteri. Tapi masih ada juga di kalangan kami yang terus belajar melebihi tingginya dari menteri. Sebab itu, kami fikir setiap keputusan yang dibuat itu mestilah ikhlas dan mengambilkira kepentingan pengguna melebihi kepentingan para peniaga dan diri sendiri serta kroni.

Kami mahu menteri memahami bahawa jumlah kami selaku pengguna tentulah lebih ramai daripada golongan peniaga dan kroni mereka. Kami sentiasa celik tapi menahan sabar mengharapkan agar ada sikap rasional anda sebagai menteri di KPDN-HEP dalam menangani hal-ehwal sebegini.

Kekecewaan kami meningkah darjahnya apabila nampaknya anda semakin goyah dan sentiasa mengambil sikap TERLEBIH TOLERAN kepada semua permintaan golongan peniaga. Sehinggakan sudah puluhan kali tahun ini harga barangan anda luluskan untuk kenaikkan.

Dalam ilmu ekonomi yang anda pelajari tentunya telah menunjukkan bahawa wujud apa yang disebut sebagai ‘cause & effect’ di mana sekiranya minyak dinaikkan mustahillah barangan tidak mengikut serta. Ia samalah seperti ‘teori domino’ satu naik yang lain akan turut naiklah juga.

Takkanlah sebagai menteri jika anda menaikkan harga minyak dan gula tetapi pada masa yang sama menekan peniaga menaikkan harga barangan dan perkhidmatan boleh dilaksanakan serentak. Jadinya pembekal besar sentiasalah mengaut kekayaan dan para peruncit dan pengguna sentiasa menjadi mangsa keadaan. Jadi untuk apa sebenarnya tujuan KPDN-HEP itu ditubuhkan?

Kami juga khuatir dan pelik apabila meluluskan kenaikan harga tidak pula melaksanakan penguatkuasaan PENURUNAN HARGA apabila harga barangan berkenaan turun di pasaran. Sebagai contoh harga minyak yang sentiasa turun naik, tetapi yang dilakukan hanya dinaikkan sahaja tetapi tidak pernah diturunkan.

Banyak perkara PELIK telah berlaku kebelakangan ini apabila anda menerajui kementerian ini. Tanpa prejudis, kami ingin menyeru supaya anda menyatakan pendirian siapakah sebenarnya anda perjuangkan samaada kami para pengguna ataupun golongan peniaga semata-mata.

Para pengguna dan peruncit telah mula membuka mulut mereka, kami risau bahawa pihak kementerian tersasul haluan dan lupa asas utama yang perlu diperjuangkan sehingga terlalai dan terleka kerana terlampau sibuk ‘melayan’ para peniaga besar bertaraf ‘hyper’ yang sentiasa kami lihat dan saksikan dengan mata saling mengendeng anda. Ini amat mencolok mata sehingga macam cacing dah menggeletek mata dah tak tertahan rasanya.

Menteri! Kami dengan ini menyeru dan mendesak hentikanlah sandiwara para peniaga bertaraf ‘hyper’ dan marilah melihat ke bawah terhadap kesengsaraan kami semua. Jangan lagi naikkan harga barangan kerana kami telah hilang kesabaran dan tak mau lagi dijadikan kambing sembelihan.

lol.. so bored..

November 14th, 2006 by amir86

14/11.. its a boring day.. hurrmmm… esok paper yg ke-4, mic 125.. hanya tinggal 3 hari yg harusku harungi, 3 kertas penting yg akan menentukan hidup aku di masa akan datang.. pernah aku kecundang berulang kali, namun aku harap aku dapat melaluinya dengan baik agar aku tidak mengecewakan sesiapa terutama Mereka yg byk bersabar denganku..   :)  aku harus hadapinya dengan cemerlang dan hati yg istiqamah..  terlalu banyak dugaan dan cabaran yg datang silih berganti dalam tempoh aku sedang menanti hari2 yg penting ini.. aku hanya memohon padaNya yg kerap kali aku ingkari agar dipermudahkan segala urusanku, hanya utkNya aku dilahirkan ke Sini..

  kepada sahabat2 dan saudara2ku yg banyak memberi tunjuk ajar, aku mengucapkan bebanyak terima kasih dan berharap antum semua akan terus mmbimbing dan membantuku dengan penuh keikhlasan dan semangat persaudaraan.. aku masih baru dalam dunia remaja, masih banyak yg harus ku pelajari.. segala suka dan duka yg telah aku tempuhi bersama antum adalah pengalaman yg paling beharga dan akan ku simpan di dalam diari hidupku yg penuh dengan gambar bewarna-warni, hitam serta putih…

mari perkuatkan ekonomi kita wahai SAUDARAku !!!!!!!!!!!!!!!!

November 14th, 2006 by amir86

Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara (Surah al-Hujurat ayat 10). Bagi membuktikan persaudaraan islam yang tulin, baginda Nabi s.a.w. menghuraikan di dalam hadithnya, daripada Abi Musa r.a., sabda Nabi s.a.w.: Bandingan seorang mukmin dengan seorang mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, kuat-menguatkan antara satu sama lain. (riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Sikap tolong menolong, bantu membantu dan jamin-menjamin sesama muslim di dalam perkara makruf atau kebaikan adalah merupakan tuntutan al-ukhuwwah al-Islamiyyah (persaudaraan Islam). Seseorang muslim sentiasa berusaha membantu saudara muslimnya yang lain. Membantu sesama muslim adalah antara tanggungjawab yang mesti dipikul oleh bahu setiap yang beriman dengan ayat Allah (maksudnya) Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara (Surah al-Hujurat ayat 10). Bagi membuktikan persaudaraan islam yang tulin, baginda Nabi s.a.w. menghuraikan di dalam hadithnya, daripada Abi Musa r.a., sabda Nabi s.a.w.: Bandingan seorang mukmin dengan seorang mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, kuat-menguatkan antara satu sama lain. (riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Seperti yang kita maklumi, pembabitan umat Islam di tanahair kita dalam bidang perniagaan masih dalam keadaan yang tidak kukuh. Para peniaga muslim menghadapi cabaran yang kuat di sudut persaingan. Agak sukar untuk kita dapati pasaraya-pasaraya besar dimiliki oleh muslim atau memasarkan barangan keluaran muslim. Ini berlaku disebabkan faktor-faktor tertentu, mungkin salah satunya perkauman.

Di samping itu kedai yang dimiliki oleh umat Islam juga jumlahnya terhad. Demikian juga barangan produk muslim lebih terhad. Lebih daripada itu, kita dapati agak sukar selain daripada muslim membeli barangan produk umat Islam. Keadaan ini tentu akan menjadi lebih buruk sekiranya umat Islam sendiri tidak membeli di gerai, kedai dan pasaraya yang dimiliki oleh saudara muslim mereka. Demikian juga keadaan menjadi lebih buruk sekiranya umat Islam tidak membantu membeli produk muslim.

Padahal dalam keadaan sebeginilah setiap umat Islam lebih dituntut melahirkan sikap persaudaraan Islam. Menghasilkan produk keluaran muslim adalah suatu kewajipan agar kita bebas dan tidak bergantung kepada orang lain. Demikian juga membeli produk muslim, atau di kedai dan pasaraya yang dimiliki oleh orang Islam adalah kewajipan agar tanggungjawab tersebut berjaya disempurnakan. Juga menunaikan tanggungjawab bantu membantu dalam menguatkan umat. Ianya juga menguatkan ekonomi umat. Sekiranya individu umat memiliki kuasa harta serta mereka beriman dan beriltizam, maka masyarakat Islam sekaligus akan menjadi kuat. Al-Syeikh Mustafa Khin di dalam Nuzhah al-Muttaqin ketika menghuraikan hadith Bandingan seorang mukmin dengan seorang mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, kuat-menguatkan antara satu sama lain di atas, menyebut: Bandingan yang dibuat dalam hadith ini bertujuan menggalakkan bantu membantu dan tolong menolong sesama mukmin. Ini adalah perkara yang mesti dilakukan, kerana pembinaan umat tidak akan sempurna dan berhasil kecuali sebahagian umat membantu dan menguatkan sebahagian yang lain. Seorang mukmin tidak dapat bersendiri dalam urusan dunia dan agamanya, ianya semesti memerlukan pertolongan dan bantuan saudaranya yang mukmin. Jika tidak, dia akan gagal menunaikan tanggungjawabnya dan akan cacatlah peraturan dunia dan akhiratnya serta akan termasuk dalam golongan yang binasa (Mustafa al-Khin, Nuzhah al-Muttaqin, jld 1, m.s. 199,cetakan: Muassasah al-Risalah, Beirut).

Jika ada peniaga muslim di sesuatu tempat, pembeli muslim yang lain hendak membantunya dengan membeli daripadanya. Janganlah dijadikan perbezaan harga yang sedikit menjadi ukuran. Ini kerana kita tahu, kekuatan ekonomi saudara kita masih lemah dalam menghadapi persaingan. Jadikan akidah dan persaudaraan lebih utama, dan anggaplah membeli daripada saudara kita yang muslim adalah ibadah.

Demikian juga jika ada barangan keluaran muslim, pembeli muslim yang lain hendaklah membeli daripadanya. Jangan jadikan perbezaan rasa dan kualiti yang sedikit, menyebabkan kita menggadaikan persaudaraan kita. Membeli barangan saudara kita yang muslim adalah ibadah. Apatah lagi dalam keadaan kita sedang berusaha membangkit umat yang kebelakang dalam persaingan ekonominya. Ini semua menunaikan apa yang digesa di dalam hadith yang sahih, sabda Nabi s.a.w: Bandingan golongan mukminin di dalam kasih-sayang, simpati dan tolong menolong antara satu sama lain seperti satu jasad. Sekiranya satu anggota mengadu kesakitan, maka seluruh anggota akan berjaga malam dan demam panas (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Bayangkan kalau semua rumah muslim menggunakan barang keperluan makanan hariannya seperti rempah, sos, kicap, minyak masak dan lain-lain keluaran muslim, betapa kita telah menguatkan ekonomi saudara-saudara kita para peniaga muslim, dan memastikan wang kita sebagai pembeli muslim mengalir kepada saudara kita muslim yang lain. Terngamakkah kita menggunakan barangan orang lain dan meninggalkan barangan saudara muslim kita. Iman yang tulin membantah tindakan ini. Bahkan dalam arus persaingan yang ada, kita sebenarnya mengkhianati saudara kita para peniaga muslim, yang sedang melaksanakan fardu kifayah mengeluarkan barangan tersebut. Sabda Nabi s.a.w.: Seorang muslim itu saudara muslim yang lain. Dia tidak akan mengkhianatinya, mendustainya dan menghinanya. Setiap muslim haram (mencemar) maruah, harta dan darah muslim yang lain. Taqwa itu di sini (hati). Cukuplah untuk dianggap seseorang melakukan kejahatan dengan dia menghina saudara muslimnya. (Riwayat al-Tirmizi, kata hadith ini hasan. Kata al-Sakhawi: Ianya hasan sahih)

Ibn `Allan (meninggal 1057H) ketika menghuraikan maksud tidak mengkhianatinya, berkata: mengkhianatinya ialah mengurangkan haknya yang mesti ditunaikan iaitu tolong menolong dan bantu membantu (Ibn `Allan, Dalil al-Falihin, jld. 1, m.s. 17, cetakan: Dar al-Fikr, Beirut)

Hadith-hadith lain begitu banyak yang menunjukkan betapa seorang muslim wajib menolong saudaranya muslim yang lain. Seperti yang disebutkan tadi, suasana persaingan yang ada menuntut untuk semangat ukhuwwah dipertingkatkan. Malangnya sebahagian kuliah-kuliah hambar di masjid dan surau tidak menekan peri pentingnya hal ini. Sehingga kita menjadi lemah. Pengusaha-pengusaha muslim tidak mendapat sokongan daripada saudara seakidahnya sendiri.

Bayangkan sekiranya setiap kedai makan dan restoran yang dimiliki oleh orang muslim yang tumbuh bagaikan cendawan kebelakangan ini menggunakan produk buatan muslim, betapa kita berjaya menguatkan ekonomi umat membantu antara satu sama lain. Bayangkan setiap perniagaan muslim mendapat sokongan daripada saudara muslim yang lain. Tentu wang umat akan berkisar sesama umat dan penglibatan muslim dalam bidang perniagaan akan dapat ditingkatkan.

Berdasarkan hadith-hadith yang disebutkan, nyata membeli barangan muslim dengan niat persaudaraan Islam dan ingin membantunya adalah ibadah. Dalam kata lain, pembeli muslim bukan sahaja memperolehi barang, tetapi dia juga memperolehi pahala. Jika ada sedikit sebanyak kekurangan, dalam suasana lemah dan persaingan yang ada, kita hendaklah menasihati saudara kita penjual muslim dan bersabar.

Di sudut para peniaga muslim pula, mereka hendaklah mengamalkan akhlak Islam dalam perniagaan. Proses menghidupkan suasana tolong menolong di dalam memajukan perniagaan muslim tidak akan berjaya jika tidak wujudnya kesedaran dari kedua belah pihak. Perkara yang paling buruk sekali di dalam perniagaan ialah penipuan. Peniaga muslim ketika mengendalikan perniagaan, atau mengeluarkan produknya hendaklah amanah dan sama sekali mengelakkan anasir penipuan di dalam perniagaan. Para penipu umat tidak termasuk di kalangan umat Nabi s.a.w. dan tidak layak mendapat pertolongan di dalam kalangan masyarakat muslim yang kita idamkan. Dalam hadith riwayat Muslim, Rasulallah s.a.w. lalu di hadapan selonggok makanan (untuk dijual), lalu baginda memasukkan tangan baginda ke dalamnya. Kemudian di dapati jari baginda lembab. Bagianda bertanya: Apa ini wahai tuan punya makanan?. Jawabnya: Ianya terkena hujan, wahai Rasululallah!. Baginda lantas bersabda: Mengapa engkau tidak letak ianya di atas, sehingga orang boleh lihat?!!. Sesiapa yang menipu kami dia bukan dari kalangan kami. Di dalam hadith yang lain Rasulullah s.a.w. bersabda: Bagi setiap yang belot (menyalahi janji) ada bendera pada hari kiamat, dikatakan inilah pengkhianat si pulan. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Kata Dr. Muhammad `Ali al-Hasyimi: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. begitu keras terhadap penipuan, tipu daya dan pemungkir janji, tidak memadai sekadar mencampak jauh penipu dan pengkhianat janji dari masyarakat muslimin di dunia, bahkan mengistiharkan bahawa setiap pemungkir janji akan dihimpunkan pada hari kiamat dalam keadaan dia membawa bendera penipuan (Dr. Muhammmad `Ali al-Hasyimi, Syakhsiah al-Muslim, m.s. 164, cetakan: Dar al-Basyair al-Islamiyyah, Beirut)

Berbekalkan perasaan takutkan azab Allah pada hari kiamat, para peniaga muslim mengeluarkan produknya, atau mengendalikan perniagaan dengan penuh amanah dan tanpa sebarang tipu daya. Masyarakat Islam pula berusaha membeli barangan para peniaga saudara muslim mereka yang dijamin kejujurannya. Para pembeli dalam masyarakat Islam beribadah ketika membeli, sementara para peniaga pula beribadah ketika menguruskan peniagaan dengan jujur dan amanah. Hasilnya para peniaga muslim mendapat jaminan pasaran daripada saudara-saudara muslim mereka, sementara para pembeli mendapat barangan yang dijamin kejujuran pengurusan dan produknya. Jaminan ini tidak tertera di atas kertas perjanjian rasmi, tetapi ianya adalah jaminan iman dan taqwa yang melahirkan ukhuwwah islamiyyah atau persaudaraan islam yang melebihi segala persaudaraan dan perjanjian. Firman Allah: Bertolong menolonglah kamu di dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong menolong di dalam dosa dan permusuhan (Surah al-Maidah, ayat 2)

Di samping itu, perlu diingatkan bahawa para peniaga muslim perlulah memastikan kualiti dalam pengeluaran dan pengurusan. Ini kerana sikap yang amanah sahaja, tanpa kualiti barangan tidak akan dapat memenuhi sasaran. Al-Quran menyebut: "Sesungguhnya sebaik-baik orang yang hendak engkau ambil bekerja ialah yang kuat (berkemampuan) dan amanah (dipercayai)."(Surah al-Qasas, ayat 26). Kelayakan mengendali sesuatu urusan mestilah bergabungnya dua faktor; pertama amanah, kedua; kemampuan atau kemahiran. Sekiranya peniaga muslim menggabungkan di dalam dirinya sikap amanah berserta kualiti perniagaan, maka dia memberikan khidmat yang memuaskan hati umat yang sedang bersiap untuk membantu mereka dengan cara membeli produk-produk yang dikeluarkan. Bersemaraklah suasana tolong menolong di atas dasar taqwa.

Juga antara ciri tolong-menolong ialah memudahkan pembeli. Sebagai contohnya; adalah mendukacitakan, apabila kita dapati ada kedai runcit muslim yang sebahagian barangan penting yang menjadi keperluan tidak dijual di dalamnya. Bila ditanya, jawab empunya kedai untungnya tidak seberapa atau untungnya tipis. Tidakkah dia berfikir sekiranya dia menyediakan barangan tersebut dia telah memudahkan pembeli yang datang ke kedainya, supaya mereka tidak perlu ke kedai lain lagi. Dalam masa yang sama ianya adalah tarikan kepada pembeli dan memudahkan urusan mereka. Memudahkan urusan orang lain adalah ibadah, dan juga membawa faedah kepada perniagaan. Perkara seperti ini sepatutnya difahami dengan baik oleh peniaga muslim. Dalam hadith Nabi s.a.w. bersabda: ..engkau menolong orang lain mengangkat barang ke atas kenderaannya adalah sedekah (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). Tentulah peniaga yang menolong pembeli memudah kerja pembelinya adalah sedekah. Demikian dia berniaga dan beribadah.

Hendaklah kita semua meniru apa yang dilakukan oleh kaum al-`Asy`ariyin (kaum Abu Musa al-`Asy`ari) yang sentiasa tolong menolong antara mereka. Rasulullah s.a.w. memuji mereka, sabda baginda: Sesungguhnya kaum al-`Asy`ariyin apabila keluar berperang, atau kurang makanan keluarga mereka di Madinah, mereka himpunkan apa yang ada pada mereka dalam satu kain. Kemudian mereka membahagikan dalam satu bekas dengan sama rata. Sesungguhnya mereka daripadaku dan aku daripada mereka. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). Maksud Sesungguhnya mereka daripadaku dan aku daripada mereka ialah menggambarkan redhanya Nabi s.a.w. dengan tindakan mereka. Betapa yang mereka lakukan menepati ketaatan kepada Allah.

Hadith ini memperlihatkan betapa sikap tolong menolong dan bantu membantu sesama sendiri dalam keadaan terdesak sangat dituntut. Demikianlah membeli barangan muslim dalam keadaan kekuatan ekonomi tidak berada di tangan umat adalah lebih dituntut. Ini bukanlah menggambarkan sikap jumud dan taksub kepada puak. Nabi s.a.w. dalam hadith di atas memuji kaum al-`As`ariyin yang sentiasa tolong menolong sesama sendiri dan tidak menganggap itu sebagai sikap berpuak yang dicemuh. Sebaliknya baginda memuji mereka. Kata al-Syeikh Muhammad al-Mubarak ketika menghuraikan hadith di atas: Sesungguhnya Nabi s.a.w. memerangi `asabiyyah (perkauman) yang semata-mata disebabkan keturunan, lalu menggantikannya dengan ikatan akidah dan prinsip. Namun baginda menganggap kaum al-`As`ariyin sebahagian daripada baginda. Ini disebabkan prinsip yang sama iaitu jamin-menjamin dan bantu membantu dalam harta. Juga membahagikan harta sesama sendiri dalam hal darurat dan keperluan. (Muhammad al-Mubarak, Nizam al-Islam, mabadik wa qawa`id `ammah, m.s. 134, Dar al-Fikr, Beirut).

Selagi kita tidak dapat membina kekuatan ekonomi umat, sehingga kita mampu berdiri dengan sendirinya, kita akan terus menjadi umat yang lemah. Umat wajib terus berusaha mengeluarkan berbagai produk dan keperluan sehingga kita tidak bergantung kepada orang lain. Setiap individu muslim hanya ada dua pilihan di hadapannya, samada dia menjadi pengeluar barangan atau pembeli barang keluaran saudara muslimnya yang lain. Mereka yang tidak menyertai kempen ini, melupai bahawa diri mereka adalah satu juzuk daripada umat, juga melupai tanggungjawab ukhuwwah islamiyyah. Maulana Abu Hasan `Ali al-Nadwi r.h. pernah mengkritik dunia Arab dalam tulisannya dengan menyatakan: Mestilah bagi dunia Arab sebagai dunia Islam bebas (memiliki sendiri) dalam perniagaan, harta, industri dan pendidikan. Bangsa mereka tidak boleh memakai melainkan apa yang tumbuh di buminya dan ditenun dengan tangannyasesungguhnya dunia Arab tidak dapat dapat memerangi Barat- jika keadaan memerlukan demikian- selagi meraka memerlukan Barat dalam soal harta, pakaian dan barangan. Tidak ada pena yang digunakan untuk menandatangani sesuatu perjanjian dengan Barat, melainkan pena tersebut dibuat di Barat. Tidak ada senjata yang digunakan untuk memerangi Barat, melainkan senjata itu dibuat di Barat. Sesungguhnya adalah memalukan apabila umat Arab tidak dapat mengambil manfaat daripada sumber kekayaan dan kekuatan mereka sendiri. Adalah memalukan apabila air kehidupan yang mengalir di dalam urat mereka akhirnya sampai ke tubuh orang lain.. (Abu Hasan `Ali al-Nadwi, Maza khasira al-`Alam bi Inhitat al-Muslimin, m.s. 416, cetakan: Maktab al-Sunnah, Kaherah).

Marilah kita mengambil pengajaran daripada apa yang disebut oleh Maulana Abu Hasan `Ali al-Nadwi ini agar kita bersegera membaiki diri dan kekuatan umat. Umat Islam di tanahair kita jumlahnya banyak, kita memiliki kuasa membeli yang tinggi, malangnya kita tidak tahu bagaimana mengalirkannya dengan tepat.